Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Momentum Lebaran 2026 mendorong lonjakan signifikan jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat.
Lembaga riset NEXT Indonesia Center mencatat uang kartal yang disiapkan untuk kebutuhan periode Idulfitri tahun ini mencapai Rp 1.370 triliun, meningkat 10,4% atau sekitar Rp 130 triliun dibandingkan Lebaran 2025 yang sebesar Rp 1.240 triliun.
Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis mengatakan, peningkatan tersebut mencerminkan menguatnya daya beli sekaligus kesiapan konsumsi rumah tangga.
Baca Juga: Fenomena Makan Tabungan Berlanjut Saat Ramadan, Meski Ada Tambahan THR
"Dari hasil riset yang kami lakukan berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah uang kartal atau uang tunai dalam bentuk kertas maupun logam yang diedarkan untuk kebutuhan (jelang) Lebaran 2026 mencapai Rp 1.370 triliun," ujar Ade dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Ia menilai, kenaikan pertumbuhan uang kartal atau uang tunai jelang Lebaran mencerminkan resiliensi ekonomi nasional, sekaligus menjadi bukti nyata penguatan aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput.
Selain total uang beredar, jumlah dana yang langsung dipegang masyarakat juga mengalami peningkatan. Dana siap belanja yang berada di luar sistem perbankan tercatat mencapai Rp 1.241 triliun, naik Rp 104 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1.137 triliun.
Menurut Ade, tambahan likuiditas tersebut menjadi dorongan kuat bagi ekonomi daerah, terutama di wilayah tujuan mudik.
“Hal ini tentunya menjadi modal ekonomi daerah yang sangat kuat. Tambahan uang tunai sebesar Rp 104 triliun yang dipegang masyarakat merupakan likuiditas segar yang siap memutar roda ekonomi di berbagai daerah tujuan pemudik,” jelasnya.
Peningkatan likuiditas ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan lonjakan jumlah penumpang di hampir seluruh moda transportasi pada periode H-8 hingga Hari H Lebaran 2026.
Baca Juga: Kemenhub Mencatat 3.517 Kejadian Kecelakaan Selama Masa Angkutan Lebaran
Moda transportasi laut mencatat kenaikan terbesar, dengan jumlah penumpang mencapai 2.697.459 orang, naik dari 2.336.619 orang pada tahun sebelumnya. Sementara itu, angkutan bus juga mengalami peningkatan menjadi 1.586.595 penumpang dari sebelumnya 1.441.510 penumpang.
Di sektor perkeretaapian, jumlah penumpang mencapai 1.832.584 orang, bertambah 193.805 penumpang dibandingkan tahun lalu. Adapun moda udara mencatat total 2.400.544 penumpang, naik 71.993 orang dari periode Lebaran 2025.
"Sinkronisasi antara likuiditas dan mobilitas ini adalah kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Masyarakat memiliki daya beli dan mereka memiliki akses mobilitas untuk membelanjakannya di kampung halaman, yang secara otomatis menghidupkan ekosistem ekonomi lokal," imbuh Ade.
Lembaga Riset NEXT Indonesia Center memproyeksikan bahwa gabungan antara dana siap belanja sebesar Rp 1.241 triliun dan masifnya arus mudik ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal pertama.
"Lebaran 2026 adalah momentum emas. Dengan sirkulasi uang kartal atau uang tunai yang mencapai rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir, kita sedang menyaksikan mesin ekonomi domestik bekerja pada kapasitas optimal," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













