kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Tumbuh Kuat, Simak Proyeksi BI Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026-2027


Minggu, 30 November 2025 / 07:08 WIB
Tumbuh Kuat, Simak Proyeksi BI Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026-2027
ILUSTRASI. Kapal peti kemas SITC FUJIAN Hong Kong melakukan bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (18/11/2025). Bank Indonesia proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI mencapai 5,7% di 2026 dan 5,9% di 2027. Sinergi kebijakan kunci stabilitas.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 mencapai kisaran 4,9% hingga 5,7%. Sedangkan pada 2027 sebesar 5,1% hingga 5,9%.

Alhasil bila dilihat di titik tengahnya, pertumbuhan ekonomi 2026 diramal 5,3%, sedangkan pada 2027 diramal tumbuh 5,5%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, perkembangan ekonomi nasional saat ini berdaya tahan dari rentetan gejolak global.

Ia melihat stabilitas perekonomian Indonesia relatif terjaga, dengan pertumbuhan ekonomi relatif tinggi. Hal positif tersebut bisa terjadi lanjutnya, hanya dengan sinergi.

Baca Juga: BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya Tumbuh Maksimal 7,7% pada 2031

“Dengan sinergi itu, InsyaAllah kinerja ekonomi Indonesia 2026 dan 2027 akan lebih baik,” tutur Perry dalam agenda PTBI, Jumat (28/11/2025).

Adapun ia menambahkan, bauran kebijakan BI pada tahun 2026 akan terus diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas, dalam sinergi erat dengan bauran kebijakan ekonomi nasional.

Kebijakan moneter pada tahun 2026 diarahkan untuk menjaga stabilitas dengan tetap memanfaatkan ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran pada 2026 tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Baca Juga: Purbaya Sebut Belum Ada Pemda Minta Tambahan Anggaran Tangani Banjir di Sumatra

Perry membeberkan, pada 2026 dan 2027 yang diperkirakan membaik didorong oleh pertumbuhan konsumsi dan investasi yang meningkat, serta kinerja ekspor yang baik di tengah perlambatan ekonomi dunia.

Adapun ia juga memperkirakan inflasi ke depan masih dalam sasaran target BI yakni 2,5% plus minus 1%, bahkan ditargetkan masih stabil hingga 2031 mendatang.

Selanjutnya: 9 Inspirasi Dapur Rustic Kekinian yang Hangat dan Nyaman untuk Hunian Anda

Menarik Dibaca: 9 Inspirasi Dapur Rustic Kekinian yang Hangat dan Nyaman untuk Hunian Anda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×