kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.825   -3,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

TNI minta Kemenkominfo tutup seluruh akun palsu


Rabu, 08 Juni 2016 / 10:59 WIB
TNI minta Kemenkominfo tutup seluruh akun palsu


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. TNI merasa dirugikan atas banyaknya pembajakan akun media sosial, baik akun personal anggota TNI hingga akun resmi institusi.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Tatang Sulaiman mengatakan, pihaknya secara resmi sudah melayangkan surat ke Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Isinya permintaan agar Kemenkominfo menutup akun-akun palsu yang mengatasnamakan instansi, pejabat atau prajurit," ujar Tatang melalui siaran pers, Rabu (8/6/2016).

Pembajakan yang dilakukan, kata Tatang, merusak citra TNI. Sebab, konten elektronik yang diunggah akun-akun palsu itu kebanyakan bermuatan fitnah, SARA dan penghinaan.

Ia mengatakan, tidak hanya akun prajurit dan instansi saja yang mengalami pembajakan, akun media sosial Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengalaminya.

"Ada akun Facebook, Twitter dan lainnya milik Panglima yang ternyata palsu," ujar dia.

Sebelumnya, akun Facebook salah seorang anggota TNI Lettu Kav Rhendy Jaury dibajak pihak tak dikenal.

(baca: Akun Facebook Milik Perwira TNI Dibajak untuk Hina Jokowi)

Akun milik Rhendy digunakan untuk menyebarkan konten elektronik diduga bermuatan penghinaan dan SARA atas Presiden Joko Widodo.

Namun, POM TNI telah memeriksa Rhendy. TNI memastikan bahwa hal itu bukan dilakukan oleh Rhendy. Pada 4 Juni 2016, ia telah melaporkan pembajakan itu ke Polda Metro Jaya. (Penulis: Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×