kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.978   131,00   0,73%
  • IDX 5.904   -291,18   -4,70%
  • KOMPAS100 783   -41,15   -4,99%
  • LQ45 592   -27,39   -4,42%
  • ISSI 204   -10,24   -4,77%
  • IDX30 336   -13,67   -3,91%
  • IDXHIDIV20 415   -12,91   -3,02%
  • IDX80 89   -4,72   -5,04%
  • IDXV30 114   -4,01   -3,41%
  • IDXQ30 109   -3,68   -3,28%

Timwas Century: Pernyataan Boediono lagu lama


Senin, 25 November 2013 / 11:29 WIB
ILUSTRASI. Investor saham mencapai 4 juta hingga semester I-2022./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/.


Sumber: TribunNews.co | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Anggota Tim Pengawas Century Ahmad Yani menilai, apa yang dikatakan Wakil Presiden Boediono usai diperiksa KPK di kantornya tidak ditemukan hal baru. Pernyataan Boediono sudah pernah diungkapkan sejak lama.

"Apa yang dikemukakan oleh Pak Boed itu memutar lagu lama, yang lagu itu sudah tidak lagu di BPK dan tidak laku di Pansus Century," kata Yani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/11/2013).

Yani menegaskan kasus Century merupakan perampokan uang negara melalui perbankan. Apalagi, kasus tersebut terlihat banyak kejanggalan.

"Ini sudah telanjang bulat, terang benderang, Pak Boediono waktu dipanggil angket kan masih wapres. Sebenarnya kita tidak dapat ditolerir juga, tapi daripada dia tidak diperiksa," ujarnya.

Ia pun meminta KPK menjelaskan alasan memeriksa Boediono di Istana Wapres yang dianggapnya sangat diskriminatif.

"Nanti kalau ada anggota DPR yang kena kasus diperiksa saja di kantor pas hari Sabtu," kata Yani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×