kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.544   14,00   0,08%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Tiga Pasangan Capres-Cawapres Siap Bertarung


Jumat, 15 Mei 2009 / 06:24 WIB


Sumber: KONTAN |

JAKARTA. Tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) kemungkinan besar akan bertarung dalam pemilihan presiden (pilpres) yang berlangsung pada 8 Juli 2009 nanti.

Ketiganya adalah Jusuf Kalla - Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Boediono, dan Megawati Soekarnoputri - Prabowo Subianto. Tapi, baru Kalla - Wiranto yang resmi mendeklarasikan diri. Duet lainnya baru akan mengumumkan pencalonan mereka, Jumat (15/5) ini.

Di mata pelaku usaha, tiga pasangan ini memiliki kelebihan masing-masing. Memang, "Sekarang ini belum kelihatan, karena kuat tidaknya pasangan bergantung dari tim ekonominya," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, Kamis (14/5).

Tapi, Sofjan bilang, dua dari tiga pasangan capres dan cawapres itu sudah menunjukkan memiliki kemampuan di bidang ekonomi. Pertama, SBY dengan dukungan Boediono, yang tak lain adalah salah satu teknokrat ekonomi terbaik di Indonesia.

Kedua, Kalla - Wiranto. Sofjan menilai, Kalla yang mempunyai latar belakang sebagai pengusaha tahu seluk beluk ekonomi. "Kala memiliki kelebihan dalam soal implementasi jadi tinggal dilihat nanti kabinet yang disusunnya kalau Kalla menang," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Chris Kanter menyatakan, pada dasarnya, harapan pelaku usaha bersandar pada orang nomor satu dan dua republik ini yang dekat dengan parlemen. Alasannya sederhana, "Agar terjadi sinergi yang baik," katanya.

Kemudian, pengusaha berharap, calon yang terpilih merupakan pasangan yang berpihak pada kepentingan dunia usaha. "Saat ini, tiga calon presiden memiliki pasangan yang jauh berbeda. Jadi agak sulit menentukan siapa yang paling baik bagi dunia usaha," ujar Chris.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa mengaku sulit menilai mana pasangan capres dan cawapres yang paling baik saat ini. Ia hanya bisa bilang, setiap pasangan memiliki keunggulan tersendiri. Tapi, "Dibandingkan dengan 2004, sekarang ini pasangan yang ada sudah lebih solid," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×