kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Tiga hal jadi pembahasan Ketua BPK dan Wapres JK


Rabu, 29 Oktober 2014 / 14:41 WIB
ILUSTRASI. Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini 17 Mei, Perpanjang SIM Sebelum Tanggal Merah


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Sejumlah pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hari ini mendatangi kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Jalan Veteran Jakarta. Tampak pimpinan KPK yang hadir diantaranya, Ketua KPK Harry Azhar Azis, Wakil Ketua BPK Sapto Amal, dan delapan anggotanya.

Harry dan jajarannya tiba di kantor wapres sekitar pukul 13.20 WIB, tetapi tak sampai satu jam pertemuan tersebut sudah selesai. Dalam keterangannya, Harry mengatakan, kedatangannya terkait menjalin komunikasi dengan pemerintah.

Ada beberapa hal yang dibahas antara BPK dengan JK, pertama soal perubahan sistim pelaporan keuangan pemerintah dari sistim cash basis menjadi akrual basis. Sistim akrual basis ini sudah harus dilakukan mulai tahun 2015.

Kedua, dibicarakan juga mengenai perubahan susunan nomenklatur dari pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan wakinya Jusuf Kalla. "Karena hal itu, ada perubahan minor yang tidak besar yang memengaruhi pembidangan di anggota BPK yang ada," ujar Harry, Rabu (29/10) di Istana Wapres, Jakarta.

Lalu yang ketiga, Harry juga meminta pemerintah untuk mengkaji kebijakan remunerasi pegawai BPK. Saat ini jumlah pegawai BPK mencapai 6.300 pegawai.

Sebelumnya, Harry dan Sapto baru dilantik dan diambil sumpahnya sebagai ketua dan wakil ketua BPK oleh Mahkamah Agung (MA). Pengambilan sumpah dilakukan pada hari Selasa (28/10) kemarin, di gedung sekertariat MA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×