kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Tiga dampak negatif bila Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terlalu lama


Senin, 10 Agustus 2020 / 10:23 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan sambutan saat kunjungan kerja di Kota Bogor (30/7)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Meski begitu, Nadiem menegaskan, izin orangtua masih menjadi penentu apakah siswa boleh belajar di sekolah atau tidak.

"Pembelajaran tatap muka diperbolehkan di zona hijau dan kuning asalkan mendapat persetujuan dari gugus tugas masing-masing daerah," ujar Nadiem.

Baca Juga: Nadiem Makarim, salah satu menteri terkaya di kabinet Jokowi, berapa kekayaannya?

"Atau walaupun di zona hijau dan kuning, sekolah tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka tanpa persetujuan pemda setempat atau persetujuan orang tua murid."

Webinar ini juga dihadiri Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Agama Fachrul Razi, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan serta Kementerian Dalam Negeri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nadiem: PJJ Berkepanjangan Berdampak Negatif bagi Siswa"
Penulis : Ayunda Pininta Kasih
Editor : Ayunda Pininta Kasih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×