Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can
JAKARTA. Pemerintah mulai memantau beberapa daerah yang rawan kekurangan bahan pangan akibat musim paceklik. Setidaknya ada tiga daerah yang menjadi perhatian pemerintah.
Ketiga daerah itu yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan wilayah pantai utara Jawa. Menteri Koordinator Kesejahteraan Sosial Agung Laksono mengatakan, ketiga wilayah tersebut rawan kekurangan pangan setiap tahunnya. "Daerah-daerah itu memang berulang kali terjadi seperti itu," tegasnya, Rabu (14/9).
Agung berjanji pemerintah segera mengambil langkah jika situasi rawan pangan terus terjadi di daerah tersebut. Dia bilang, pemerintah akan menyalurkan beras dan kebutuhan pangan ke daerah lainnya.
Agung mengungkapkan, ada tiga langkah strategis untuk mengantisipasi kekeringan. Langkah pertama, menjaga kecukupan suplai pangan di berbagai daerah. Agung menyatakan, tidak boleh ada daerah-daerah yang kekurangan pangan.
Agung menuturkan cadangan pangan nasional sangat cukup. Sebelumnya, Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, cadangan beras cukup lima bulan.
Langkah kedua, menjalankan program pompanisasi. Menurut Agung, program ini bertujuan mengairi sawah supaya tidak mengganggu produksi pertanian. Pemerintah sendiri mengalokasikan pendanaan program pompanisasi diambil dari dana kontijensi pangan sebesar Rp3 triliun.
Kemudian, langkah ketiga dengan melaksanakan hujan buatan. "Kalau sampai akhir Oktober masih kemarau, maka hujan buatan," tambah Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












