kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.723   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.276   268,56   4,47%
  • KOMPAS100 836   42,16   5,31%
  • LQ45 628   30,46   5,10%
  • ISSI 215   8,42   4,08%
  • IDX30 355   16,42   4,84%
  • IDXHIDIV20 436   18,63   4,46%
  • IDX80 94   4,78   5,33%
  • IDXV30 116   3,50   3,10%
  • IDXQ30 114   5,03   4,61%

The Fed berencana lakukan normalisasi kebijakan suku bunga, ini kata LPS


Senin, 22 November 2021 / 16:18 WIB
ILUSTRASI. Karyawan membersihkan logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019). J The Fed berencana lakukan normalisasi kebijakan suku bunga, ini kata LPS.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan pemerintah Indonesia tidak perlu khawatir terhadap rencana normalisasi kebijakan suku bunga (tapering) Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa , dalam bincang virtual Ekonomic Outlook “kebangkitan sekor keuangan,” pada Senin (22/11).

Purbaya mengatakan, kebijakan fiskal dan moneter Indonesia sudah berjalan secara suportif dan akomodatif terhadap kebijakan tersebut. Untuk itu, ia menyakini perekonomian Indonesia pada 2022 akan lebih baik dari kondisi tahun 2021.

“Kebijakan yang  akomodatif, baik dari sisi fiskal maupun  moneter,  akan mampu menjaga pemulihan ekonomi nasional untuk tetap solid pada tahun 2022,” jelas Purbaya.

Baca Juga: LPS yakin ekonomi Indonesia akan membaik pada tahun depan, ini alasannya

Meski begitu, Dia mengingatkan, agar Indonesia harus tetap waspada dan tidak boleh lengah dalam mengantisipasi berbagai faktor ketidakpastian yang masih membayangi pemulihan ekonomi global.

Sebelumnya,  The Fed telah mengomunikasikan bahwa akan melakukan tapering dan pasar sudah merespons dengan baik. Karena itu, efek tantrum secara global tidak akan seburuk seperti tahun 2013.

Gubernur The Fed Jerome Powell  juga sudah mengatakan, tapering tidak akan diikuti dengan peningkatan Fed  fund rate dalam waktu dekat. Sejumlah lembaga internasional memperkirakan , kenaikan Fed rate baru akan terjadi pada kuartal ketiga, atau keempat tahun 2022.

“The Fed dalam menaikkan bunga bukan untuk membawa ekonomi ke masa resesi. Tetapi, itu akan mengendalikan pertumbuhan  ekonomi supaya ekonomi Amerika Serikat tidak kepanasan, sehingga bisa tumbuh dalam waktu yang lama dengan level yang sesuai dengan tingkat ekonominya,” terang Purbaya.

Selanjutnya: Deposito mendominasi simpanan di perbankan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×