kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Terima Albanese, Jokowi Bahas Peningkatan Kerja Sama Ekonomi RI-Australia


Senin, 06 Juni 2022 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kanan) bersalaman dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (kiri) seusai menyampaikan pernyataan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menilai, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar di dunia. Sejalan dengan upaya Australia yang memprioritaskan revitalisasi hubungan perdagangan dan investasi.

"Itulah sebabnya kami berencana untuk bekerja dengan Indonesia untuk mewujudkan potensi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Australia," kata PM Albanese.

Strategic competition di kawasan ditekankan perlu dikelola dengan baik untuk menghindari terjadinya konflik terbuka. Selain itu, budaya damai dan strategic trust perlu terus diperkuat.

Baca Juga: Terpilih Jadi PM Australia, Albanese: Saya Ingin Menyatukan Negara!

"Kita juga sepakat untuk memperkuat kemitraan di Pasifik terutama di bidang iklim, perikanan, dan pertanian," tuturnya.

Ia juga memastikan, akan hadir mengikuti KTT para pemimpin G20 di Bali. PM Albanese menilai bahwa pekerjaan G20 sangat penting di saat ketidakpastian ekonomi global saat ini.

"Hari ini, saya memberi tahu Presiden Widodo bahwa saya akan menghadiri KTT para pemimpin G20 di Bali pada bulan November. Saya melakukannya, karena pekerjaan G20 sangat penting pada saat ketidakpastian ekonomi global ini dan dengan bekerja sama dengan Indonesia, kita akan paling efektif mengatasi banyak tantangan yang kita hadapi dalam menavigasi pemulihan ekonomi global pasca-Covid," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×