kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Kementerian Imigrasi Perkuat Pengawasan di Kawasan Industri Strategis


Kamis, 15 Januari 2026 / 21:24 WIB
Kementerian Imigrasi Perkuat Pengawasan di Kawasan Industri Strategis
ILUSTRASI. Kementerian Imigrasi (Dok/Kementerian Imigrasi)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim melakukan kunjungan kerja ke Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada 12–13 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan memperkuat peran layanan dan pengawasan keimigrasian dalam mendukung kawasan industri strategis.

Kunjungan itu meninjau fasilitas keimigrasian di bandara domestik khusus IWIP serta sejumlah fasilitas utama kawasan, mulai dari pelabuhan, pembangkit listrik, fasilitas pengolahan nikel, hingga industri baterai.

Silmy mengatakan bahwa kehadiran Imigrasi di kawasan industri memiliki peran strategis untuk memastikan aktivitas investasi dan mobilitas tenaga kerja berjalan tertib dan mendukung perekonomian nasional.

Baca Juga: Pemerintah Ungkap Investasi di KEK Bisa Dapat Pajak Nol Hingga 20 Tahun

“Potensi ekonomi di kawasan ini menuntut pelayanan keimigrasian yang kuat dan responsif agar kegiatan industri dan investasi berjalan optimal,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/1/2026). 

Ia juga menyoroti kuatnya sinergi lintas instansi di IWIP, termasuk dengan Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Badan Karantina, serta unsur TNI dan Polri, dalam menjaga kepatuhan dan kelancaran operasional kawasan industri.

Menurut Silmy, IWIP kini berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis hilirisasi nikel. Nilai investasi di kawasan ini telah mencapai sekitar Rp500 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar 20% per tahun, jauh di atas rata-rata nasional.

Baca Juga: Masuk Indonesia Wajib Isi Aplikasi All Indonesia per 1 September 2025 

Direktur PT IWIP Scott Ye mengatakan, kunjungan tersebut memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pengelola kawasan industri. Ia menilai kehadiran pemerintah di lapangan penting untuk memastikan pengelolaan tenaga kerja dan mitra internasional berjalan sesuai ketentuan dan sejalan dengan kebijakan nasional.

Kunjungan ini menegaskan peran Imigrasi sebagai bagian dari kehadiran negara di kawasan industri strategis. Melalui layanan yang profesional dan terintegrasi, Imigrasi turut memastikan investasi dan aktivitas industri berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan.

Selanjutnya: Platform Media Sosial Telah Tutup 4,7 Juta Akun Pengguna di Bawah Usia 16 Tahun

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Sini, Cek Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (16/1) Jabodetabek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×