kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Taufiq Kiemas: Setgab dan koalisi tidak perlu di negeri ini


Senin, 03 Januari 2011 / 20:32 WIB


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Tahun lalu pemerintah negeri ini merasa perlu membentuk Sekretaris Gabungan (setgab) yang diisi oleh partai-partai koalisi dengan ketua hariannya Aburizal Bakrie yang sekaligus Ketua Umum Partai Golkar. Sayangnya, sampai saat ini Setgab dan Koalisi belum juga memberikan titik terang untuk bisa menggenjot kinerja pemerintahan sekarang.

Tak heran kalau sebagian besar orang mulai mempertanyakan fungsinya. Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Taufiq Kiemas, sebenarnya di negeri ini tidak perlu ada yang namanya koalisi dan juga setgab. "Dalam Undang-Undang Dasar tidak ada satu butir pun yang menuliskan adanya setgab dan koalisi," tegasnya Senin (3/1).

Menurut Taufiq yang juga merupakan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), kondisi masih saja tetap ricuh walaupun sudah ada setgab. Koalisi masih banyak ribut buat apa dibuat, Taufik juga mengajak kita melihat masalah yang terjadi pada saat poros tengah dibuat dan malah meributkan jatah kursi partai politik koalisi menteri di kabinet. "Marilah kita bangun negeri, kita bangun negeri ini tanpa adanya koalisi dan juga setgab," ajaknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×