kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Tarif Turun! Kini Pengusaha Emas Batangan Hanya Pungut Pajak 0,25%


Senin, 01 Mei 2023 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. Pengusaha emas btangan hanya pungut pajak 0,25%


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sesuai dengan ketentuan perpajakan, setiap perusahaan yang melakukan penjualan emas batangan di dalam negeri negeri wajib memungut pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 emas batangan.

Memang ketentuan ini sudah lama diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Meski begitu, terdapat beberapa perubahan aturan.

Misalnya dalam PMK terbaru yakni PMK Nomor 48 Tahun 2023, Pengusaha Emas Batangan wajib memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,25% dari harga jual, kecuali penjualan emas batangan kepada konsumen akhir, WP yang dikenai PPh final cfm.

PP 55/2022, WP yang memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) pemungutan PPh, Bank Indonesia, atau penjualan melalui pasar fisik emas digital sesuai ketentuan mengenai perdagangan berjangka komoditi.

"PPh Pasal 22 tersebut bersifat tidak final dan dapat diperhitungkan sebagai pembayaran PPh dalam tahun berjalan," tulis Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Dwi Astuti dalam keterangan resminya, Senin (1/5).

Baca Juga: Pemerintah Atur Ulang Tarif PPN Emas Perhiasan, Ini Rinciannya

Asal tahu saja, tarif PPh Pasal 22 ini terhitung turun jika dibandingkan dengan aturan sebelumnya yakni PMK 34/PMK.010/2017. Dalam PMK tersebut, atas penjualan emas batangan, dipungut PPh Pasal 22 sebesar 0,45% dari harga jual. Artinya, ada penurunan tarif sebesar 0,2%.

Untuk diketahui, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), emas batangan untuk kepentingan cadangan devisa negara tidak dikenai pajak pertambahan nilai (PPN).

Sedangkan, emas batangan selain untuk kepentingan cadangan devisa negara diberikan fasilitas PPN tidak dipungut dalam hal memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×