kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Tarif angkutan umum harus turun minimal 5%


Senin, 19 Januari 2015 / 15:24 WIB
ILUSTRASI. Katalog Promo Superindo Weekday Diskon s/d 50% Periode 31 Juli-3 Agustus 2023.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

JAKARTA. Menteri perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan telah mengeluarkan surat edaran kementerian perhubungan, tentang tarif transportasi. Hal ini dilakukan terkait dengan diturunkannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Menurut Jonan, dalam surat edaran tersebut, Kemhub meminta pemerintah daerah untuk menurunkan tarif angkutan umum atau angkutan kota minimal 5%. "Karena angkot itu peraturannya di Bupati dan walikota," ujar Jonan, Senin (19/1) di Istana Negara, Jakarta.

Jonan juga meminta setiap Bupati dan walikota untuk memanggil Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) untuk mensosialisasikan. Setiap daerah juga bisa mewajibkan penurunan tarifnya lebih besar dari 5%, tanpa ada batasnya.

Jika, para pengusaha angkutan kota tidak mematuhi surat edaran tersebut, Jonan meminta bupati dan walikota memberikan sanksi. Jonan mengatakan, tidak ada alasan bagi pengusaha untuk tidak menurunkan tarifnya.
Apalagi, ketika terjadi kenaikan harga BBM lalu, kerugian yang dialami pengusaha juga rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×