kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Target SNI baru tahun ini sebanyak 350 produk


Selasa, 17 Maret 2015 / 08:20 WIB
ILUSTRASI. Twibbon Hari Jadi Provinsi Banten 2023.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Badan Standardisasi Nasional (BSN) menargetkan jumlah produk yang memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia di tahun 2015 mencapai 350 produk.

Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan, jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan target tahun 2014 lalu yang hanya sebanyak 250 produk. Namun target tahun ini lebih rendah ketimbang realisasi yang berhasil dicatatkan tahun lalu.

"Tahun lalu realisasi sertifikasi SNI mencapai 356 produk," kata Bambang, Senin (16/3). Adapun tahun ini pemerintah bakal fokus pada penerbitan SNI untuk produk alat kesehatan, elektronik, kayu, otomotif, dan agro bisnis.

Namun, penerbitan SNI saja dianggap belum cukup. Karena kelemahan mendasar masih berada di sistem pengawasan. Sistem pengawasan ini menjadi domain Kementerian Perdagangan. Terkadang implementasi dan standar yang digunakan masih tidak sinkron.

Untuk meminimalisir hal tersebut, pemerintah perlu meningkatkan kualitas ,khususnya laboratorium. Salah satunya dengan memanfaatkan laboratorium milik perguruan tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×