kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Target Penerbitan SBN Turun pada Kuartal II-2024, Ini Pemicunya


Senin, 15 April 2024 / 15:28 WIB
Target Penerbitan SBN Turun pada Kuartal II-2024, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Karyawan memantau perdagangan pasar modal?pada sebuah kantor sekuritas?di?Jakarta.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) mengalami penurunan pada kuartal II 2024.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menargetkan penerbitan SBN sebesar Rp 170 juta, dengan lelang yang dilakukan sebanyak 10 kali.

Namun, target tersebut turun dibanding target lelang pada kuartal sebelumnya yang sebesar Rp 230 triliun. Sebab pada periode Januari-Maret 2024, Kemenkeu melakukan lelang SBN hingga 13 kali.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Menggelar Lelang Sukuk pada 23 April, Target Indikatif Rp 11 Triliun

Staf Bidang Ekonomi, Industri, dan Global Markets dari Bank Maybank Indonesia Myrdal Gunarto memprediksi, target penyerapan SBN lebih sedikit pada kuartal II karena adanya periode libur Lebaran.

Hal ini dikhawatirkan akan menurunkan kuantitas lelang yang menjadi jadi lebih sedikit.

Meski targetnya menurun, Myrdal mengingatkan agar pemerintah tetap waspada dalam mempertimbangkan penerbitan SBN pada kuartal II 2024 serta ke depannya.

Pertama, mempertimbangkan risiko pasar akibat ketidakpastian kondisi ekonomi yang tinggi, serta kondisi geopolitik yang kembali memanas hari ini akibat ketegangan Iran vs Israel.

Baca Juga: Selama Bunga The Fed Belum Turun, Cadangan Devisa RI Diprediksi Menurun

“Ini yang akan membuat biaya berhutang menjadi lebih mahal,” tutur Myrdal kepada Kontan, Senin (15/4).

Kedua, pemerintah perlu mengantisipasi risiko dari likuiditas karena investor akan menahan likuiditasnya untuk melakukan investasi dan cenderung bersikap risk averse atau menghindari risiko.

Pertimbangan tersebut, lanjutnya berlaku untuk mayoritas investor global. “Jadi pemerintah dalam melakukan aksi pembiayaan dapat mengandalkan investor lokal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia memperkirakan prospek imbal hasil SBN  dengan tenor 10 tahun 2024, dari 6,62% akan mencapai 6,78%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×