kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.967   75,00   0,42%
  • IDX 6.141   39,98   0,66%
  • KOMPAS100 799   3,79   0,48%
  • LQ45 603   4,50   0,75%
  • ISSI 213   0,84   0,40%
  • IDX30 341   3,17   0,94%
  • IDXHIDIV20 417   4,83   1,17%
  • IDX80 91   0,47   0,52%
  • IDXV30 112   1,03   0,93%
  • IDXQ30 109   1,24   1,15%

Target Muhaimin tak ada lagi TKI pembantu rumah tangga di 2017


Jumat, 24 Juni 2011 / 16:53 WIB
Inilah teaser dokumenter drama Korea (drakor) Coffee Prince bersama Gong Yoo, Yoon Eun Hye, Lee Sun Gyun, dan Kim Jae Wook.


Reporter: Irma Yani | Editor: Test Test

JAKARTA. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar pasang target menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pembantu rumah tangga paling cepat di 2017. Setelah 2017, Muhaimin berharap TKI yang dikirim adalah tenaga kerja terdidik.

Menurutnya, keinginan menghentikan TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri tak bisa dilakukan begitu saja. Lantaran jumlah TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga tercatat mencapai angka tertinggi dibandingkan profesi lain seperti perawat dan lainnya.

"Jumlah TKI yang bekerja ke luar negeri itu mencapai 5 juta, 60% nya adalah pembantu rumah tangga, maka butuh waktu untuk sampai tingkat nol," ujar Muhaimin, saat ditemui di Gedung Badan Pengawas Keuangan (BPK), Jumat (24/6).

Ia berharap TKI yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga ke luar negeri bisa mengembangkan potensinya di dalam negeri atau beralih profesi ke jenis pekerjaan lainnya. "Saat ini telah ada tim yang melakukan kajian dan penelaahan dan penelusuran, visi dan misinya itu bagaimana agar TKI kita yang diluar negeri ini berada di tingkat nol, diganti dengan tenaga kerja di bidang profesi formal," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×