kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Tangani zona merah corona, pemerintah akan terapkan karantina lingkungan


Senin, 13 Juli 2020 / 15:14 WIB
Tangani zona merah corona, pemerintah akan terapkan karantina lingkungan
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah akan menerapkan karantina lingkungan untuk menangani penyebaran virus corona (Covid-19).


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan menerapkan karantina lingkungan untuk menangani penyebaran virus corona (Covid-19). Karantina yang dilakukan bukan dengan skala kabupaten atau provinsi. Wilayah yang akan dikarantina hanya merupakan wilayah yang terdapat kasus positif Covid-19.

"Karantina wilayah itu bukan karantina provinsi atau kabupaten, tapi lingkungan," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Senin (13/7).

Baca Juga: 87,8% responden tak puas pada kinerja menteri tangani Covid-19, ini alasannya

Ia mencontohkan, bila terjadi infeksi Covid-19 di salah satu lingkungan atau jalan, maka jalan tersebut bisa dikarantina. Karantina itu kemudian dilanjutkan dengan pelacakan atau tracing.

"Kemudian ada tracing dan yang terinfeksi kemudian diambil, dirawat," terang Muhadjir.

Sementara itu, warga lain yang tinggal di jalan tersebut akan mendapat pengawasan. Namun, tetap mendapatkan pemeriksaan untuk memastikan aman dari Covid-19.

Asal tahu saja, saat ini terdapat 8 provinsi yang menjadi perhatian pemerintah karena adanya lonjakan kasus baru. Yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Baca Juga: WHO peringatkan virus corona belum terkendali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×