kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Tanam Jagung di Karawang, Mentan Harapkan Penanaman Meluas Hingga 1.000 Hektar


Minggu, 12 Juni 2022 / 16:01 WIB
ILUSTRASI. Petani memanen Jagung. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nz


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar tanam perdana komoditas jagung di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa, pemerintah mendorong masyarakat melakukan penanaman secara terpadu, baik pada saat pengambilan bibit maupun penjualan hasil panen.

Syahrul mengatakan, penanaman jagung di wilayah khusus Karawang ini diharapkan bisa meluas jadi 1.000 hektar. Adapun untuk tahap awal 200 hektar yang direncanakan. Perluasan penanaman jagung berkaca pada kondisi Karawang merupakan kabupaten yang memiliki kecukupan air relatif banyak.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Krisis Pangan Mengancam, Mandiri Pangan Harus Jadi Peluang

"Jagung itu menjanjikan. Satu hektare itu hasilnya Rp 14 juta. Karena satu hektare jagung menghasilkan 6 ton. 6 ton dikali Rp5.000 itu 60 juta, berapa ongkosnya ini mulai dari bibit, pupuk, obat-obatan tidak lebih dari 8 juta. Tapi jangan juga kira menunggu bantuan. Uang pemerintah sedikit. Uang pembiayaan pakai KUR saja," kata Syahrul dalam keterangan resmi, Minggu (12/6).

Untuk modal, masyarakat bisa mengakses permodalannya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian yang memiliki bunga rendah. Layanan ini bisa diakses petani dan masyarakat pada umumnya yang serius dalam mengembangkan usaha tani.

Ia menambahkan, pertanian selama ini adalah sektor yang memiliki banyak keuntungan. Termasuk menjadi sektor penyumbang utama dalam menumbuhkan ekonomi nasional yang sempat terperosok akibat pandemi Covid-19 melanda dunia.

"Selama covid yang menyumbang republik ini sehingga inflasi tidak naik termasuk di dunia paling baik karena pertanian sebagai bantalannya. Pertanian yang naik 16,42. Ekspor pertanian naik 38%," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×