kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Tahun depan, pemerintah bayar utang ke PLN


Jumat, 15 Oktober 2010 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. JOKOWI PERESMIAN RUMAH MURAH


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah berencana membayar utang sekitar Rp 4 triliun kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan menggunakan dana sisa anggaran lebih (SAL). Rencananya, utang itu akan dibayar pada 2011 nanti.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan total utang pemerintah ke PLN sebenarnya sejumlah Rp 8,5 triliun. Utang ini berasal dari kurang bayar subsidi atas kelebihan konsumsi listrik beberapa tahun lalu. "Ini sudah diaduit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan di antaranya sebesar Rp 4 triliun sudah kami bayar," katanya, Jumat (15/10).

Besarnya SAL yang dipakai sebesar Rp 22 triliun. Pemerintah telah mendapatkan restu dari DPR untuk memakai anggaran tersebut.

Sejatinya, DPR telah setuju menunda pembayaran utang ini hingga 2012 mendatang. Namun, Kementerian Keuangan meminta pembayaran utang itu segera dilakukan karena PLN membutuhkan dana itu untuk arus kasnya. "Kami sudah sampaikan dana ini diperlukan PLN sehingga memudahkan untuk cashflow-nya," tandasnya.

Agus menjelaskan PLN membutuhkan dana itu jika terjadi pemakaian bahan bakar minyak yang berlebihan. Sebab, hingga sekarang, PLN belum mendapatkan pasokan gas sebagai pengganti BBM sebagai sumber tenaga pembangkit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×