kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Tahun depan, pemerintah bayar utang ke PLN


Jumat, 15 Oktober 2010 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. JOKOWI PERESMIAN RUMAH MURAH


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah berencana membayar utang sekitar Rp 4 triliun kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan menggunakan dana sisa anggaran lebih (SAL). Rencananya, utang itu akan dibayar pada 2011 nanti.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan total utang pemerintah ke PLN sebenarnya sejumlah Rp 8,5 triliun. Utang ini berasal dari kurang bayar subsidi atas kelebihan konsumsi listrik beberapa tahun lalu. "Ini sudah diaduit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan di antaranya sebesar Rp 4 triliun sudah kami bayar," katanya, Jumat (15/10).

Besarnya SAL yang dipakai sebesar Rp 22 triliun. Pemerintah telah mendapatkan restu dari DPR untuk memakai anggaran tersebut.

Sejatinya, DPR telah setuju menunda pembayaran utang ini hingga 2012 mendatang. Namun, Kementerian Keuangan meminta pembayaran utang itu segera dilakukan karena PLN membutuhkan dana itu untuk arus kasnya. "Kami sudah sampaikan dana ini diperlukan PLN sehingga memudahkan untuk cashflow-nya," tandasnya.

Agus menjelaskan PLN membutuhkan dana itu jika terjadi pemakaian bahan bakar minyak yang berlebihan. Sebab, hingga sekarang, PLN belum mendapatkan pasokan gas sebagai pengganti BBM sebagai sumber tenaga pembangkit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×