kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Susi: 465 pelabuhan jadi lahan praktik ilegal


Senin, 02 Maret 2015 / 16:33 WIB
ILUSTRASI. Groundbreaking pembangunan pabrik sel serta modul surya terintegrasi milik grup Sinar Mas di Kendal, Jawa Tengah, Senin (28/8/2023).


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA.  Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti mengatakan, ada 465 pelabuhan khusus di Indonesia yang menjadi lahan praktik ilegal. Menurut dia hal ini dikarenakan adanya tumpang tindihnya peraturan dan juga tidak maksimalnya tugas dari bea cukai dan Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP).

"Kalau ikan ditangkap di tengah laut, langsung dijual untuk apa pelabuhan perikanan, untuk apa bea cukai, untuk apa PKLP. Banyak pelabuhan tidak hidup karena tumpang tindihnya perizinan pelabuhan-pelabuhan khusus yang akhirnya disalahgunakan untuk barang ilegal, seperti di Wanam," kata Susi dalam acara Rakernas Ditjen Perhubungan Laut yang juga dihadiri Menhub dan Menko Maritim, Jakarta, Senin (2/3/2015). 

Menurut Susi, praktik illegal fishing termasuk dalam ocean crime yang kini sudah menjadi perhatian dunia bersama untuk diperangi. Susi menambahkan Presiden AS Barrack Obama juga memerangi hal tersebut dengan mengeluarkan Undang-undang baru. 

"Kita sepakat bahwa illegal fishing itu global enemy. Amerika Serikat pada Juni 2014 mengeluarkan perpres Obama atas UU fishing, yaitu illegal and unreported fishing," kata Susi. 

Susi menambahkan, illegal fishing termasuk dalam kriminalisasi kelautan global dikarenakan jaringannya yang luas dan tidak mengenal negara. "Karena illegal fishing termasuk ocean crime yang luar biasa jaringannya, seperti stateless, tidak ada barrier negara lagi. Misalnya kalau masuk Indonesia benderanya Indonesia, masuk ke Thailand pakai bendera Thailand," tambah Susi. 

Kemudian, Susi mengatakan saat ini KKP sedang bekerja sama dengan Interpol untuk menangkap kapal-kapal ikan ilegal.(Stefanno Reinard Sulaiman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×