kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Survei Celios Soroti Kinerja Bahlil, DPR Minta Penilaian Berbasis Indikator


Rabu, 14 Oktober 2026 / 18:44 WIB
Survei Celios Soroti Kinerja Bahlil, DPR Minta Penilaian Berbasis Indikator
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menjadi sorotan dalam survei Center of Economic and Law Studies (Celios).

Anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman meminta ada penilaian terhadap kinerja menteri di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) didasarkan pada indikator yang objektif dan terukur.

Anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman menegaskan, sektor ESDM memegang peran penting bagi perekonomian nasional, mulai dari ketahanan energi, migas, hingga agenda hilirisasi minerba. 

Baca Juga: Banyak Tantangan, Ekonom Usulkan Penyederhanaan Aturan Wajib Halal

Menurutnya, kesimpulan mengenai efektivitas kinerja seorang menteri wajib ditopang oleh indikator yang objektif serta dapat diuji publik. Ia pun menantang lembaga survei tersebut untuk membuka basis data penilaian yang digunakan secara transparan kepada publik.

“Kalau yang mau dinilai adalah kinerja, mari bicara dengan indikator kinerja. Buka targetnya, buka realisasinya, lihat kebijakan yang sudah diambil dan ukur dampaknya,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).

Yulisman membeberkan sejumlah program strategis nasional yang kini tengah direalisasikan oleh Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Bahlil.

Ia menyebutkan, langkah konkret tersebut di antaranya percepatan program B50 untuk menekan impor solar, akselerasi proyek Blok Masela bernilai US$ 20,94 miliar, hingga penataan 45.095 sumur minyak rakyat. "B50 itu nyata, Masela nyata, penataan puluhan ribu sumur rakyat nyata, hilirisasi nyata," katanya. 

Yulisman menambahkan, pembenahan pertambangan rakyat serta keterlibatan koperasi dan pengusaha daerah di rantai pasok pertambangan merupakan capaian penting yang tak boleh diabaikan.

Selain sektor migas dan minerba, Yulisman juga menyoroti akselerasi program Listrik Desa (Lisdes) yang ditargetkan mampu menuntaskan seluruh elektrifikasi desa hingga tahun 2029. 

Baca Juga: Pemerintah Siapkan HP Gratis untuk Penerima Bansos, Ini Penjelasan Mensos

Menurutnya, evaluasi terhadap sektor energi dan sumber daya mineral dinilai harus melihat langsung dampak nyata pemerataan infrastruktur listrik yang dirasakan masyarakat di daerah.

Untuk diketahui, Celios menggelar survei untuk menilai kinerja menteri kabinet merah putih besutan Presiden Prabowo Subianto yang telah berjalan selama dua tahun belakangan ini.

Survei yang dilakukan sejak 15 September hingga 9 Oktober 2026 tersebut mengikutsertakan setidaknya 1.142 responden dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat umum hingga para ahli.

Adapun dari laporan tersebut menunjukkan 10 pejabat dengan kinerja terburuk, beberapa di antaranya posisi pertama diisi oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dengan poin -159, di posisi kedua yakni Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai dengan skor -158.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×