kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.866   -34,00   -0,20%
  • IDX 8.013   77,56   0,98%
  • KOMPAS100 1.130   13,49   1,21%
  • LQ45 819   3,46   0,42%
  • ISSI 283   5,25   1,89%
  • IDX30 426   0,20   0,05%
  • IDXHIDIV20 512   -2,67   -0,52%
  • IDX80 126   1,21   0,97%
  • IDXV30 139   0,23   0,16%
  • IDXQ30 139   -0,40   -0,29%

Studi kelayakan kereta Papua & Kalimantan dimulai


Rabu, 19 Agustus 2015 / 20:33 WIB
Studi kelayakan kereta Papua & Kalimantan dimulai


Reporter: Agus Triyono | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Pemerintah mulai membuat studi kelayakan untuk pembangunan kereta di Kalimantan dan Papua. Ada dua jalur yang saat ini studi kelayakannya sedang dibuat.
Yakni, jalur Balikpapan-Samarinda dan jalur Sorong-Manokwari.

Bambang Prihantono, Direktur Transportasi Bappenas mengatakan, dua jalur tersebut merupakan jalur prioritas yang saat ini tengah dikejar agar bisa diselesaikan pada tahun 2019 mendatang. "Itu prioritas agar kereta di pulau tersebut segera ada," kata Bambang, Rabu (19/8).

Bambang menargetkan, studi kelayakan kereta cepat bisa diselesaikan dalam waktu setahun ini. Sebagai gambaran, Presiden Jokowi berkeinginan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di era pemerintahannya.

Salah satu prioritasnya, membangun jalur kereta api trans Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Jokowi memerintahkan agar proyek-proyek tersebut segera dilaksanakan.

Hermanto Dwiatmoko, Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan mengatakan, banyak masalah yang dihadapi pemerintah dalam menggarap proyek tersebut. Untuk pembangunan jalur kereta api di Kalimantan misalnya, pihaknya dihadapkan pada keberadaan lahan gambut.

"Lahan gambut membuat proses konstruksi menjadi lebih rumit," kata Hermanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×