kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Sri Mulyani siapkan strategi untuk dorong pertumbuhan konsumsi di kuartal III 2020


Rabu, 26 Agustus 2020 / 09:23 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani, keynote speaker Kongres II AMSI, 22 Agustus 2020.


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah terus mendorong konsumsi agar dapat tumbuh positif pada kuartal III dan IV tahun 2020. Sebab, Kementerian Keuangan menyatakan kinerja pertumbuhan ekonomi masih belum menunjukkan pemulihan sesuai ekspetasi yakni minus 1,1% sampai minus 0,2% di tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, konsumsi atau daya beli ini harus didorong kembali ke zona pertumbuhan yang positif terutama pada kuartal III dan kuartal IV.

Baca Juga: Dorong ekonomi untuk UMKM, pemerintah percepat penyaluran stimulus

Sri Mulyani juga mengakui, tidak mudah untuk mendorong konsumsi saat ini. Pasalnya, di kuartal III 2020 konsumsi masyarakat masih belum menunjukkan pemulihan seperti yang di harapkan.

“Kita masih punya waktu satu setengah bulan untuk kuartal ketiga ini mendorong konsumsi ke zona positif,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa secara daring, Selasa (25/8).

Untuk itu, pemerintah menyiapkan dua strategi untuk mendorong konsumsi. Pertama, percepatan penanganan dan esksekusi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan kedua yakni meningkatkan stabilitas tingkat inflasi.

Baca Juga: Ini progres penyaluran kredit bank himbara dari dana PEN, BBRI sudah lampaui target

“Sehingga diharapkan bisa mampu mengembalikan aktifitas belanja dan mobilitas kembali normal,” ujar Menkeu.

Adapun Menkeu bilang, konsumsi pemerintah dipastikan akan tumbuh positif seiring dengan APBN KiTa yang mengalami perubahan untuk mendorong stimulus-stimulus lewat program PEN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×