kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Sri Mulyani: Peran swasta dalam pengembangan riset cuma 10%


Rabu, 31 Juli 2019 / 15:39 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Selain itu, Sri Mulyani menilai, sumber pendanaan riset dari sektor swasta umumnya lebih efektif. Pasalnya, sektor swasta biasanya memiliki agenda penelitian berbasis kebutuhan penyelesaian masalah (problem solving) yang nyata. Lantas, penelitian bisa lebih tepat sasaran dan akuntabel. 

Baca Juga: Begini tanggapan pengusaha tentang fasilitas super deduction tax

“Kalau dana dari pemerintah biasanya yang penting akhir tahun ada laporan. Jadi, sumber dana yang berbeda saja bisa menciptakan motivasi dan hasil yang berbeda,” lanjutnya. 

Senada, Deputi II Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho mengatakan, salah satu tantangan Indonesia menciptakan ekosistem riset adalah minimnya keterlibatan sektor di luar pemerintah.

Sementara, pendanaan dari pemerintah umumnya bersifat kaku dan kurang fleksibel untuk penyelenggaraan penelitian. 

Baca Juga: Apindo: Perbaikan kualitas tenaga kerja jadi penarik bagi investor manufaktur

“Ini tantangan kita. Oleh karena itu harus mendorong keterlibatan non-pemerintah seluas-luasnya. Semoga superdeduction tax ini menambah peran swasta,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×