kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.941   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.340   -11,27   -0,18%
  • KOMPAS100 832   -2,70   -0,32%
  • LQ45 631   -2,94   -0,46%
  • ISSI 219   -0,60   -0,27%
  • IDX30 354   -1,43   -0,40%
  • IDXHIDIV20 434   -0,96   -0,22%
  • IDX80 95   -0,36   -0,38%
  • IDXV30 120   -0,28   -0,23%
  • IDXQ30 113   -0,46   -0,41%

Sri Mulyani optimistis meski perang dagang berlanjut, ekonomi RI tetap bisa tumbuh 5%


Kamis, 29 Agustus 2019 / 17:45 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang dagang (trade war) antara China dan Amerika Serikat (AS) yang berlarut-larut membuat kondisi ekonomi global menjadi tidak stabil. Namun sebenarnya tidak hanya perekonomian dunia saja yang terguncang, ada masalah yang lebih dalam dari perang dagang, yaitu isu global governance.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dengan adanya perang dagang membuat setiap negara harus beradaptasi lagi terhadap ketidakpastian, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Imbas perang dagang, Huawei segera luncurkan produk baru tanpa dukungan google

Kondisi ekonomi global yang tidak dapat lagi diprediksi, membuat pemerintah di tiap negara harus beradaptasi dengan kebijakan makro yang dibuat.

Menurut Sri Mulyani, Indonesia masih bisa bertahan dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5%, meskipun ekspor mengalami pukulan yang cukup berat dan panasnya politik saat pemilu.

"Meski kinerja investasi kita mengalami tekanan, PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri ) kita masih relatively strong. Kita lebih terserang dari segi eksternal, yaitu CAD dan capital flow," ungkapnya dalam Manager Forum XLI MNC Group di Jakarta Pusat, Kamis (29/8).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×