kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Sri Mulyani optimistis meski perang dagang berlanjut, ekonomi RI tetap bisa tumbuh 5%


Kamis, 29 Agustus 2019 / 17:45 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang dagang (trade war) antara China dan Amerika Serikat (AS) yang berlarut-larut membuat kondisi ekonomi global menjadi tidak stabil. Namun sebenarnya tidak hanya perekonomian dunia saja yang terguncang, ada masalah yang lebih dalam dari perang dagang, yaitu isu global governance.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dengan adanya perang dagang membuat setiap negara harus beradaptasi lagi terhadap ketidakpastian, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Imbas perang dagang, Huawei segera luncurkan produk baru tanpa dukungan google

Kondisi ekonomi global yang tidak dapat lagi diprediksi, membuat pemerintah di tiap negara harus beradaptasi dengan kebijakan makro yang dibuat.

Menurut Sri Mulyani, Indonesia masih bisa bertahan dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5%, meskipun ekspor mengalami pukulan yang cukup berat dan panasnya politik saat pemilu.

"Meski kinerja investasi kita mengalami tekanan, PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri ) kita masih relatively strong. Kita lebih terserang dari segi eksternal, yaitu CAD dan capital flow," ungkapnya dalam Manager Forum XLI MNC Group di Jakarta Pusat, Kamis (29/8).




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×