kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Sri Mulyani mengaku sering jadi korban judul berita


Sabtu, 22 Agustus 2020 / 10:59 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Di tengah digitalisasi yang begitu cepat, industri media juga sering berlomba-lomba untuk menyajikan informasi. Tak jarang, banyak media yang sering memberikan judul nyentrik agar menarik pembaca.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, namanya sering digunakan oleh media menjadi judul untuk menarik pembaca. Akan tetapi, ia cukup menyayangkan karena seringkali apa yang tertera di judul tidak sesuai dengan apa yang menjadi isi berita.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta janji cairkan insentif tenaga medis mulai 24 Agustus

"Saya sering jadi victim (korban) judul media. Kadang perasaan saya nggak ngomong itu, tapi kok muncul di judul media. Kadang juga saya ngomong kontroversial dikit, dijadikan judul," katanya, Sabtu (22/8) via video conference.

Hal ini yang akhirnya sering membuat dirinya khawatir kalau ucapan yang ia keluarkan digunakan untuk clickbait. Ia juga mengaku sering kelimpungan dalam bicara di depan publik agar apa yang diucapkan olehnya tidak menimbulkan distorsi.

"Saya sebagai pejabat publik kadang putar otak lima kali lebih keras. Ini jangan sampai jadi clickbait. Jadi khawatir, karena tidak ingin distorsi omongan yang dikeluarkan. Padahal baik," tambahnya.

Baca Juga: Sri Mulyani ajak masyarakat jajan di warteg

Akan tetapi, Sri Mulyani mengaku untuk mencoba maklum dan mengerti kalau statement-nya sering dijadikan bahan tulisan oleh media, apalagi yang kontroversial. Apalagi, dirinya merupakan tokoh yang dikenal oleh masyarakat.

Untuk itu, ia mengajak semua media untuk menyampaikan sesuatu yang akurat karena kecepatan belum tentu bersinergi dengan akurat. Ia juga meminta agar sebelum menaikkan informasi, harus cek fakta terlebih dahulu untuk mengurangi distorsi.

"Sebelum meng-upload, cek fakta. Sehingga kita bisa memerangi, mengurangi distorsi yang ada dalam public space," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×