kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Sosmed boleh langsung hapus postingan berbau radikalisme


Selasa, 15 Mei 2018 / 18:13 WIB
Sosmed boleh langsung hapus postingan berbau radikalisme
ILUSTRASI. Media Sosial


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memanggil pengelola platform media sosial dan pesan instan untuk menghapus postingan terkait radikalisme dan terorisme.

Hal itu menyusul ledakan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur dua hari lalu. Rudiantara mengatakan, sejatinya pihaknya secara reguler setiap dua jam sekali telah melakukan penyisiran terhadap postingan-postingan yang mengandung unsur terorisme dan radikalisme.

"Jadi kalau ditemukan keywardnya, kita langsung blok," ungkapnya saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (15/5). Tak hanya itu, untuk memaksimalkan upaya itu, dirinya mengundang manajemen dari Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, dan Telegram untuk menerangi konten tersebut.

"Jadi kita juga butuh komitmen dari mereka (para platform) untuk menyisir konten radikalisme, terorisme dan kejadian dari pemboman kemarin," tegas Rudiantara. Adapun jika para platform tersebut tidak juga mendukung pemerintah maka bisa diberi sanksi.

"Sanksinya macem-macem, mulai dari adminitrasi seperti peringatan tertulis, lisan, hingga pemberhentian sementara," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×