kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.821   -7,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Soal pasal imunitas di Perppu Nomor 1/2020, begini penilaian pengamat hukum UI


Selasa, 14 April 2020 / 19:09 WIB
Soal pasal imunitas di Perppu Nomor 1/2020, begini penilaian pengamat hukum UI
ILUSTRASI. Soal pasal imunitas di Perppu Nomor 1/2020, menjadi sorotan.


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah sudah menerbitkan  Peraturan Pemerintan Pengganti Undang Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Salah satu pasal yang jadi sorotan di Perppu tersebut yakni pada pasal 27 (2) yang menyebutkan bahwa Anggota KSSK, Sekretaris KSSK, anggota Sekretariat KSSK, dan pejabat atau pegawai Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan pejabat lainnya, yang berkaitan dengan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ini, tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana jika dalam melaksanakan tugas didasarkan pada iktikad baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Baca Juga: Sri Mulyani: Perppu Nomor 1 Tahun 2020 terbit karena kondisi luar biasa

Chaerul Huda, pengamat hukum Universitas Indonesia menilai Perppu tersebut justru memberikan kesan yang lebih berkenaan dengan penanggulangan dampak ekonomi akibat Covid-19 daripada upaya penanggulangan Covid-19 itu sendiri.

Menurutnya, Perppu tersebut dijadikan sebagai dasar kelolosan dari jerat hukum bagi pejabat negara yang menyimpang dari anggaran dibandingkan dengan menghadirkan kebijakan penggunaan anggaran yang semaksimal mungkin guna menanggulangi wabah Covid-19.

“Orientasi berpikir pemerintah terutama bagaimana menggunakan uang di masa pandemik, tapi belum memikirkan pada keselamatan masyarakat karena  pandeminya itu sendiri,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (13/4).

Baca Juga: Ini lima alasan Perppu No 1/2020 harus digugat ke Mahkamah Konstitusi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×