kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.059   59,00   0,33%
  • IDX 5.749   -191,94   -3,23%
  • KOMPAS100 760   -25,75   -3,28%
  • LQ45 572   -16,53   -2,81%
  • ISSI 200   -6,45   -3,13%
  • IDX30 325   -9,13   -2,73%
  • IDXHIDIV20 404   -8,61   -2,09%
  • IDX80 86   -2,90   -3,27%
  • IDXV30 110   -3,10   -2,74%
  • IDXQ30 105   -2,62   -2,43%

Soal kebijakan, BI perhatikan inflasi dan CAD


Selasa, 03 Maret 2015 / 11:10 WIB
ILUSTRASI. Promo Alfamart Serba Gratis Periode 16-30 September 2023.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Data ekonomi terbaru yaitu inflasi menunjukkan tanda perbaikan yang positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2015 terjadi deflasi 0,36% sehingga inflasi tahunan turun ke level 6,29%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, deflasi yang terjadi pada Februari memberi keyakinan bahwa pada tahun 2015 dan 2016 inflasi akan sejalan dengan target BI yaitu 4%. Dengan tren inflasi yang membaik ini, dirinya tidak dapat menjelaskan apakah masih akan tetap dengan kebijakan moneter ketatnya.

Menurut Agus, kebijakan moneter yang diambil oleh BI sangat tergantung pada perkembangan pengelolaan inflasi dan defisit transaksi berjalan (CAD) Indonesia. "Di tahun 2015 ini, BI lebih menempatkan posisi moneter BI dengan memperhatikan perkembangan inflasi dan CAD," ujarnya, Senin (2/3).

Sebagai informasi, BI melihat impor barang infrastruktur akan naik lantaran fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur sehingga beban pada transaksi berjalan akan tinggi tahun ini. BI memprediksi defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan I 2015 akan berada di bawah 2% dari PDB. Lalu menanjak naik di mana pada triwulan II hingga di mana otoritas moneter ini memperkirakan defisit akan berada pada rentang 3,3%-3,5% dari PDB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×