kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Skandal Koperasi Langit Biru mencapai Rp 6 triliun


Jumat, 08 Juni 2012 / 10:23 WIB
ILUSTRASI. Monumen Patung Dirgantara alias Tugu Pancoran di Jakarta, Senin (17/5/2021). Cuaca besok di Jabodetabek cerah hingga hujan ringan, menurut ramalan BMKG. KONTAN/Fransiskus Simbolon.


Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Mohammad Taufik mengaku, belum menerima keterangan resmi dari Polres Tangerang terkait jumlah dana nasabah yang berhasil dihimpun Koperasi Langit Biru (KLB).

"Saya akan konfirmasi terlebih dahulu, karena kini kasusnya juga sudah ditangani Mabes Polri," ujar Taufik, saat dihubungi KONTAN, Jumat (8/6). Tetapi Taufik mengaku, ia mendengar jumlah dana yang berhasil digaet KLB dari nasabahnya mencapai Rp 6 triliun.

Seperti diberitakan kompas.com pada Rabu (6/6), Kasat Reskrim Polres Tangerang, Komisaris Shinto Silitonga di Mapolda Metro Jaya telah memeriksa manajer keuangan KLB yang bernama Zulkifli. "Total investasi yang dihimpun KLB ini mencapai Rp 6 triliun. Ini berdasarkan keterangan manajer keuangan KLB, Zulkifli," ujar Shinto.

Padahal, total dana segede itu hanya setoran investasi hingga Oktober 2011 dari sekitar 125.000 nasabah. Pihak KLB, lanjut Shinto, juga sempat mengatakan kepada investor bahwa uang itu akan diputar untuk bisnis KLB di Tulung Agung, Jawa Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×