kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Simak langkah Kemtan hidupkan kejayaan rempah


Minggu, 06 Juli 2014 / 21:59 WIB
ILUSTRASI. Rukun Nikah dalam Islam. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Untuk mengembalikan masa kejayaan tanaman rempah dan penyegar Indonesia, Kementrian Pertanian (Kemtan) akan melakukan sejumlah langkah. Salah satunya melakukan gerakan nasional (gernas).

Suksesnya gernas sebagai cara meningkatkan produksi komoditas pertanian dan perkebunan mendorong Kemtan untuk kembali menghidupkan gernas di pemerintahan baru. 

Selain gernas, Kemtan juga akan melakukan strategi revitalisasi lahan, perbenihan, infrastruktur, pembiayaan petani dan revitalisasi tekhnologi hingga industri hilir. Kemtan juga akan fokus pada perbaikan tanaman melalui peremajaan rehabilitasi, intensifikasi dan perluasan tanaman.

Gamal Nasir, Direktorat Jendral Perkebunan Kementrian Pertanian mengatakan, gernas menjadi penyemangat bagi petani untuk menanam komoditas unggul Indonesia. "Bukan tidak mungkin gernas akan diusulkan kembali pada pemerintahan baru mendatang. Terbukti sukses misalnya gernas kakao," ujar Gamal akhir pekan lalu.

Komoditas rempah dan penyegar Indonesia merupakan yang terbaik di dunia. Pada enam komoditas seperti, kopi, kakao, teh, lada, cengkeh dan pala Indonesia menjadi negara sepuluh besar.

Kopi Indonesia menempati posisi nomor tiga dunia. Kakao menempati posisi ketiga dunia setelah Pantai Gading dan Gana. Sementara teh, Indonesia menempati posisi ketujuh.

Lalu, lada Indonesia yang memiliki citarasa dan aroma spesifik dengan kadar peperin tinggi nomor dua di dunia. Cengkeh Indonesia bahkan menjadi juara satu di dunia. Terakhir, pala juga menjadi nomor satu di dunia yang memiliki citarasa dan aroma kuat.

Alhasil, sumbangan komoditas penghasil rempah dan penyegar pada kas negara cukup tinggi. Pada tahun 2013 lalu, Kementan mencatat nilai devisa enam tanaman rempah dan penyegar mencapai US$ 2,94 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×