kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sidang Isbat Akhir Pekan Ini, Hari Raya Iduladha 1447 H Beda Hari? Ini Prediksi BRIN


Rabu, 13 Mei 2026 / 16:23 WIB
Sidang Isbat Akhir Pekan Ini, Hari Raya Iduladha 1447 H Beda Hari? Ini Prediksi BRIN
ILUSTRASI. Sidang Isbat Akhir Pekan Ini, Hari Raya Iduladha 1447 H Beda Hari? Ini Prediksi BRIN


Sumber: Kemenag,Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah sekaligus Hari Raya Iduladha pada akhir pekan ini. Apakah akan terjadi perbedaan Hari Raya Iduladha antara pemerintah, NU dan Muhammadiyah? 

Dilansir dari Kompas.com, Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin prediksi Hari Raya Iduladha 1447 H akan berlangsung serentak pada 27 Mei 2026. “InsyaAllah Idul Adha 1447 H seragam,” kata Thomas, Rabu (13/5/2026).

Thomas menjelaskan, posisi hilal di kawasan Asia Tenggara pada 16 Mei 2026 belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria MABIMS menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Karena belum memenuhi syarat tersebut, awal Zulhijah diperkirakan jatuh sehari setelahnya. “Maka 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari berikutnya yaitu 18 Mei 2026 dan Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026,” ujar Thomas.

Menurut dia, wilayah yang sudah memenuhi kriteria hilal justru berada di kawasan utara benua Amerika.

Thomas juga menjelaskan bahwa posisi bulan di kawasan Amerika telah memenuhi kriteria Turkiye setelah pukul 00.00 Universal Time (UT).

Namun, karena ijtimak atau konjungsi terjadi setelah waktu fajar di Selandia Baru, maka menurut kriteria Turkiye awal Zulhijah juga jatuh pada 18 Mei 2026.

“Maka menurut kriteria Turkiye, 1 Zulhijah pun akan jatuh pada hari berikutnya, yaitu 18 Mei 2026. Dan Idul Adha juga akan seragam jatuh pada 27 Mei 2026,” jelasnya.

Thomas menilai posisi hilal saat Maghrib pada 17 Mei 2026 sudah cukup tinggi di seluruh Indonesia dan hampir seluruh dunia.

Dengan kondisi tersebut, penetapan Idul Adha 2026 berpotensi sama antara kriteria MABIMS, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, dan Ummul Qura Arab Saudi.

“Maka KHGT Muhammadiyah sama dengan Ummul Qura Arab Saudi sama dengan MABIMS, awal Zulhijah 1447 H 18 Mei 2026 dan Idul Adha 27 Mei 2026,” kata Thomas.

Tonton: MSCI Coret 6 Saham RI IHSG Terancam Diguncang Asing

Sidang Isbat

Meski demikian, pemerintah tetap akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara resmi. Kementerian Agama dijadwalkan mengadakan sidang isbat penetapan awal Zulhijah pada 17 Mei 2026.

Dilansir dari website resmi Kemenag, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor Kementerian Agama, Jakarta.

"Sidang isbat ini merupakan bagian dari mekanisme pemerintah dalam menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk menentukan Hari Raya Idul Adha," ujar Abu dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat Islam, serta para ahli falak dan astronomi. Forum ini bertujuan untuk menghasilkan keputusan yang akurat dan dapat diterima secara luas.

Proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan menggabungkan dua metode utama, yaitu:
- Hisab (perhitungan astronomi)
- Rukyat (pengamatan hilal secara langsung)

Menurut Abu, kedua metode ini saling melengkapi dalam memastikan keakuratan penentuan awal bulan Hijriah.

"Hisab memberikan gambaran posisi hilal, sementara rukyat menjadi konfirmasi faktual melalui pengamatan di lapangan," jelasnya.

Tonton: Diisukan Beli Saham Aplikator Ojol, Danantara Masih Evaluasi Peluang Investasi

Tahapan Sidang Isbat

Rangkaian sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal yang disampaikan oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Seminar ini terbuka untuk publik sebagai bentuk transparansi informasi.

Selanjutnya, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia, mulai dari wilayah barat hingga timur.

Setelah itu, Menteri Agama akan memimpin sidang isbat untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi.

Hari Raya Iduladha Versi Muhammadiyah 

Organisasi keagamaan Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada 27 Mei 2026. Lalu kapan Iduladha versi pemerintah dan NU? 

Dilansir dari website resmi Muhammadiyah, organisasi keagamaan ini telah menetapkan Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi. Sementara itu, Hari Arafah atau 9 Zulhijah 1447 H jatuh pada Selasa Pon, 26 Mei 2026, dan awal bulan Zulhijah dimulai pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026.

Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab astronomis global yang menggunakan parameter Kalender Global (PKG), yakni sistem yang dirancang untuk menghadirkan keseragaman awal bulan Hijriah bagi seluruh umat Islam di dunia. Dalam sistem ini, penentuan awal bulan tidak lagi bergantung pada batas wilayah negara, melainkan menggunakan prinsip keterlihatan hilal secara global.

Ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada hari Sabtu Pon, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC. Secara astronomis, ijtimak merupakan titik konjungsi antara Matahari dan Bulan yang menjadi awal pergantian bulan kamariah. Namun, pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, belum ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum pukul 24.00 UTC.

Tidak hanya itu, Parameter Kalender Global (PKG) 2 juga tidak terpenuhi. Setelah pukul 24.00 UTC, tidak ditemukan satu pun wilayah di daratan Amerika yang memenuhi syarat tinggi Bulan minimal 5 derajat, elongasi minimal 8 derajat, serta ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Karena dua parameter tersebut tidak terpenuhi, maka awal Zulhijah tidak dapat dimulai pada 17 Mei, melainkan ditetapkan pada Senin, 18 Mei 2026.

Dari penetapan itulah kemudian dihitung bahwa 10 Zulhijah atau Hari Raya Iduladha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. 

Harga Keekonomian Pertamax Rp 17.000, Beban Kompensasi Pemerintah Makin Membengkak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×