kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.035   35,00   0,21%
  • IDX 7.098   -86,70   -1,21%
  • KOMPAS100 981   -11,96   -1,20%
  • LQ45 719   -7,62   -1,05%
  • ISSI 253   -3,61   -1,40%
  • IDX30 391   -2,60   -0,66%
  • IDXHIDIV20 485   -2,28   -0,47%
  • IDX80 111   -1,18   -1,05%
  • IDXV30 134   -0,30   -0,22%
  • IDXQ30 127   -0,93   -0,73%

Setoran PNBP sektor migas berpeluang turun


Rabu, 14 Januari 2015 / 11:19 WIB
ILUSTRASI. Film bioskop baru Haunted Mansion


Reporter: Asep Munazat Zatnika, Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Naik turun harga minyak selalu membawa plus minus. Lihat saja, penurunan harga minyak dunia ke level di bawah US$ 50 per barel, bakal menggerus Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minyak dan gas bumi (migas) tahun 2015. 

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, memperkirakan, tahun ini setoran PNBP sektor migas akan terpangkas Rp 130 triliun akibat penurunan harga minyak. Alhasil, setoran PNBP migas tahun ini hanya sekitar Rp 94 triliun. 

Maklum, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 menetapkan target setoran PNBP migas sebesar Rp 224,2 triliun. Jumlah itu meliputi PNBP dari minyak bumi sebesar Rp 170,3 triliun, dan setoran PNBP gas senilai Rp 53,9 triliun. 

Nah, seiring penurunan harga minyak, pemerintah pun mengubah asumsi harga minyak dalam Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2015.  Buntutnya, target setoran PNBP juga tersunat.

Bambang menjelaskan, APBN 2015 menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau ICP senilai US$ 105 per barel. Namun, RAPBN-P 2015 yang diserahkan ke DPR akhir pekan lalu menetapkan asumsi ICP sebesar US$ 70 per barel.  Dus, jika harga minyak turun terus, setoran PNBP migas bisa jeblok lagi. "Bisa lebih dari Rp 130 triliun," ujar Bambang, Selasa (13/1).

Kendati menggerus setoran PNBP migas, pelemahan harga minyak dunia juga akan mengurangi  beban subsidi bahan bakar minyak (BBM). RAPBN-P 2015 menetapkan subsidi BBM Rp 81 triliun atau 29,35% dari pagu subsidi BBM dalam APBN 2015 yang mencapai Rp 276 triliun. 

Sebenarnya, dana subsidi BBM hanya Rp 56 triliun. Sedangkan Rp 25 triliun adalah carry over utang pemerintah kepada Pertamina pada 2014. 

Bambang menyatakan, untuk menutupi anjloknya PNBP migas, pemerintah akan menggenjot pajak. "Makanya target penerimaan pajak 2015 sangat berat," ujarnya.

Ekonom Institute for Development Economic and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai, secara neto, penurunan harga minyak dan penurunan setoran PNBP sektor migas sebenarnya tak berpengaruh signifikan terhadap APBN 2015.  Lagi pula, PNBP migas menyokong 10% dari total penerimaan negara. Namun, sekecil apapun jumlah penerimaan negara, kini sangat berarti. Sebab Indonesia sedang  butuh dana sangat besar untuk pembangunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×