kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Setelah dilantik Jokowi, Hakim MK Suhartoyo janji tetap netral dan tak berpihak


Selasa, 07 Januari 2020 / 17:26 WIB
Setelah dilantik Jokowi, Hakim MK Suhartoyo janji tetap netral dan tak berpihak
Presiden Joko Widodo menyaksikan pengucapan sumpah dua hakim konstitusi Suhartoyo dan Daniel Yusmic Pancastaki Foekh di Istana Negara, Selasa (7/1).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hakim konstitusi Suhartoyo berjanji akan menjaga independensi pada periode kedua masa ia menjadi Hakim Konstitusi. Periode 2020-2025 merupakan periode kedua bagi Suhartoyo. Ia menegaskan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak akan terikat pada kepentingan golongan.

"Tidak ada keberpihakan, selalu jaga independensi dan keputusan MK yang selalu bisa dipertanggungjawabkan," ujar Suhartoyo usai diangkat di Istana Negara, Selasa (7/1).

Baca Juga: Jokowi lantik dua hakim MK di Istana Negara

Ia bilang periode kedua tidak akan jauh berbeda dari periode sebelumnya 2015-2020. Di periode ini MK juga akan menyidangkan sejumlah kasus mengingat ada sejumlah Pemilihan Umum (Pemilu).

Baik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2020 ini, mau pun Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024. Suhartoyo menegaskan MK tidak akan diboncengi siapa pun.

"Saya selalu putus perkara berdasarkan hukum, keadilan dan konstitusi," tegas Suhartoyo.

Baca Juga: Mendagri Tito sebut MK ambil jalan tengah terkait putusan pencalonan eks koruptor 

Suhartoyo menegaskan tidak ada pihak yang dapat memengaruhimya dalam memutuskan. Termasuk bila disampaikan pesan oleh Presiden.

"Tidak ada pesan khusus dari Presiden Joko Widodo. Saya dipesan juga ga akan mau. Saya ga boleh dipesan siapapun," ungkap Suhartoyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×