kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Sentimen global negatif, pemerintah tetap berharap yield SUN menurun di 2020


Rabu, 08 Januari 2020 / 16:42 WIB
grace.olivia@kontan.co.id-Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menjelaskan soal penerbitan Global Bond untuk pembiayaan defisit APBN 2019, Jumat (25/10) di Press Room Kementerian Keuangan.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Adapun yang menjadi dasar pembentukan yield SUN dari dalam negeri ialah seberapa kondusif dan stabilnya kondisi perekonomian Indonesia sendiri.

“Jadi bagaimana kita membuat kondisi ekonomi lebih kondusif dan kondisi makro lebih stabil, disertai kebijakan fiskal, moneter dan kebijakan sektor riil yang baik juga,” lanjut Luky. 

Baca Juga: Penyerapan investor pada SBN di 2020 diyakini lebih baik

Di sisi lain, ia menyadari masih ada risiko utama yang membayangi penurunan yield SUN ke depan yaitu risiko mengenai prospek nilai tukar rupiah.

“Tahun lalu yied SUN tenor 10 tahun rupiah turun 12%, sedangkan SUN dollar AS turunnya sampai dengan 35%. Jadi terlihat juga bahwa salah satu risiko yang masih dilihat investor adalah currency risk,” tandas Luky. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×