kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.924   54,00   0,30%
  • IDX 5.700   -120,47   -2,07%
  • KOMPAS100 736   -15,67   -2,08%
  • LQ45 561   -12,28   -2,14%
  • ISSI 198   -3,39   -1,68%
  • IDX30 318   -6,81   -2,10%
  • IDXHIDIV20 393   -8,40   -2,10%
  • IDX80 84   -1,80   -2,10%
  • IDXV30 107   -1,50   -1,39%
  • IDXQ30 103   -2,09   -1,99%

Semester I-2022, KKP Lakukan Konservasi 1,46 Juta Hektare Kawasan Laut


Rabu, 20 Juli 2022 / 17:01 WIB
ILUSTRASI. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan melakukan konservasi kawasan laut seluas 2 juta hektare (ha) pada tahun 2022.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan melakukan konservasi kawasan laut seluas 2 juta hektare (ha) pada tahun 2022. Adapun, realisasi konservasi laut tersebut telah mencapai 73% hingga Juni 2022.

"Tahun 2022 (konservasi) ini sudah mencapai 1,46 juta hektare," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Victor G Manopo dalam konferensi pers, Rabu (20/7).

Victor menerangkan, penetapan target kawasan konservasi laut berdasarkan konvensi internasional. Yakni bahwa setiap negara harus menetapkan konservasi kawasan laut sebanyak 10% dari total luas lautan suatu negara tersebut hingga 2045.

Baca Juga: KKP Rancang Aturan Tata Cara Rehabilitasi Lingkungan Perikanan Budidaya

Berdasarkan hal tersebut, Victor mengatakan, kawasan konservasi yang mesti dilakukan Indonesia sebanyak 30 juta hektare.

"Kita sudah mencapai 28,4 juta hektare," ucap Victor.

Namun demikian, Victor tak merinci kriteria apa saja sehingga kawasan laut tersebut ditetapkan menjadi kawasan konservasi. Yang terang, konservasi dilakukan untuk menjamin keberlanjutan ketersediaan ikan. Sebab, menurut penelitian para pakar, kawasan konservasi merupakan tempat bertelurnya ikan.

"Kalau kawasan ini rusak, ikan disini akan ke (negara) tetangga," ujar Victor.

Selain itu, kawasan konservasi memiliki nilai ekonomi karbon.

"Jadi dua keuntungan ini yang coba kita generate," imbuh Victor.

Baca Juga: KKP Keluarkan Aturan untuk Kurangi Tumpang Tindih Pemanfaatan Ruang Laut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×