kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Sekali rapat, SBY terima tiga uang saku


Rabu, 07 Maret 2012 / 15:11 WIB
ILUSTRASI. Intip teaser mobil Hyundai Staria, MPV terbaru berdesain futuristik


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Wajah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak sumringah mengikuti rapat paripurna Dewan Energi Nasional di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ini bukan lantaran SBY senang dengan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

"Uang sakunya banyak," gurau SBY sebelum mengikuti rapat, Rabu (7/3).

Dalam rapat ini, SBY hadir dalam tiga kapasitas. Pertama, SBY sebagai presiden. Kedua, SBY sebagai Ketua Dewan Energi Nasional dan terakhir selaku mantan Menteri Pertambangan dan Energi. Sayang, SBY tidak mengungkapkan berapa uang saku yang diterimanya.

Menteri ESDM Jero Wacik selaku Ketua Harian DEN secara sengaja mengundang seluruh anggota DEN. Dia juga mengundang Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. "Sejumlah mantan menteri Pertambangan dan energi seperti Subroto, Kuntoro Mangkusbroto, Purnomo Yusgiantoro juga diundang," kata Jero.

Penyelenggaraan rapat paripurna dewan energi nasional ini dalam rangka merancang kebijakan energi nasional. SBY menilai pelaksanaan rapat kali ini tepat mengingat sejumlah permasalahan energi yang dihadapi bangsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×