kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Sejumlah negara diambang resesi, bagaimana ketahanan ekonomi Indonesia?


Jumat, 06 September 2019 / 17:19 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Bersamaan dengan itu, upaya penyederhanaan aturan juga dilakukan untuk mengurangi biaya dan durasi urusan bisnis (cost of doing business) yang selama ini tinggi.

“Pesannya tetap sama, untuk bisa menjaga ekonomi kita dari gejolak dan perubahan global yang tidak menguntungkan itu, kita harus bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah tempat yang baik dan aman, destinasi yang baik bagi investasi” tutur dia. 

Baca Juga: Capital Outflow dalam Sebulan Terakhir Mencapai Belasan Triliun Rupiah

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menambahkan, risiko gejolak arus modal memang ada, namun tak hanya dihadapi Indonesia sendirian. 

“Itu semua tidak terjadi di Indonesia saja. Ini karena adanya flight to quality,” ujarnya saat ditemui di DPR, Jumat (6/9). 

Destry menyebut, perekonomian Indonesia secara fundamental masih baik dan dipercaya oleh pasar. Misalnya, dengan kondisi imbal hasil (yield) yang cukup menarik, kebijakan fiskal yang dinilai prudent, serta pertumbuhan ekonomi di atas 5% dengan inflasi yang relatif rendah. 

Market masih confident. Itu saja. Sekarang kita sudah di track yang benar, tinggal diteruskan,” tandas Destry. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×