kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

SDA klaim pemecatan kader didukung petinggi partai


Kamis, 17 April 2014 / 18:13 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah pekerja membersihkan gedung Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jakarta, Senin (24/10/2022). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali mengaku pemecatan sejumlah kadernya telah didukung oleh semua petinggi partai. Suryadharma juga merasa yakin, keputusannya itu tidak akan membuat partai bergambar Ka'bah akan terpecah.

"Insya Allah tidak. Saya bisa atasi karena hanya beberapa orang saja yang memicu," ujarnya, Kamis (17/4) di Jakarta.

Ia menyebutkan pemecatan ini dilakukan bukan untuk menyingkirkan seseorang atau beberapa orang kader, melainkan untuk pembelajaran.

Seperti diketahui, beberpa waktu lalu Surya Dharma memutuskan memecat sejumlah kadernya. Beberapa kader yang dipesatnya itu antara lain, Wakil Ketua Umum Suharso Munoarfa, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)Jawa Barat Rachmat Yasin, Ketu DPW Jawa Timur Musyafa Noer, Ketua DPW Sumatera Utara Fadli Nursal, Ketua DPW Sulawesi Lesatan Amir Uskara, dan Sekertaris DPW Kalimantan Tengah Awaluddin Noor.

Mereka dipecat, setelah mengeluarkan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Suryadharma di PPP. Suryadharma mengaku mencium telah ada keterlibatan dari partai lain dalam masalah ini. Namun demikian, ia tidak menyebut partai mana yang dicurigai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×