kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

SBY minta KPK dan BPK kawal pemakaian anggaran


Selasa, 30 Oktober 2012 / 09:49 WIB
ILUSTRASI. Asuransi Jasa Indonesia alias Asuransi Jasindo


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara soal praktik penyimpangan penggunaan anggaran. Dia menyatakan, anggaran negara seharusnya dipakai untuk kepentingan rakyat.

Ucapan SBY ini disampaikan setelah hubungan Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan DPR memanas. Dahlan sebelumnya menyatakan, ada praktik kongkalikong antara anggota DPR dengan perusahaan plat merah. Praktik culas ini terutama dalam hal pencairan anggaran bagi BUMN.

SBY telah bertemu dengan Dahlan, kemarin (29/10). Dalam pertemuan itu, Dahlan yang juga mantan Direktur Utama PLN membeberkan praktik kongkalikong itu.

SBY menyatakan, praktik penyimpangan penggunaan anggaran bukan sesuatu yang menggembirakan. Sebab, dia menilai uang negara yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat justru diselewengkan. Karena itu dia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengawal dan menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kita ingin semua selamat, jajaran pemerintah pusat selamat, jajaran pemda selamat, jajaran DPRRI selamat, jajaran DPRD selamat, dan yang penting negara negara uang rakyat itu betul kita gunakan dengan sebaiknya," kata SBY sebelum bertolak ke Inggris, Selasa (30/10).

Praktik kongkalikong ini juga terjadi di kementerian/lembaga. Buktinya, saat ini KPK sedang menangani berbagai kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat kementerian dan anggota DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×