kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

SBY memuji perhelatan KAA


Kamis, 23 April 2015 / 12:45 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, mengapresiasi perhelatan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika. Menurut SBY, waktu penyelenggaraan konferensi ini sangat tepat untuk menyadarkan dunia tentang ketidakadilan yang terjadi di sejumlah negara.

"Peringatan KAA ini timing-nya bagus, saat dunia sedang alami pancaroba," kata SBY seusai memberikan pidato dalam Konferensi Parlemen Asia Afrika dengan kapasitasnya sebagai Chair of Global Green Growth Institute di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/4).

SBY menuturkan, ketidakadilan masih terjadi di belahan bumi saat ini, khususnya di wilayah Timur Tengah. Ia berharap Konferensi Asia Afrika dapat dijadikan forum untuk menegaskan kembali solidaritas negara-negara Asia Afrika dalam mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan perdamaian di seluruh dunia.

"Saya katakan semangat Asia Afrika tidak pernah hilang, fighting for peace, for justice, for prosperity. Kalau dulu semangatnya untuk antikolonialisme, sekarang setelah kita merdeka, kita tetap fight for justice," ujarnya.

Secara khusus, Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu menyampaikan harapannya agar pidato Presiden Joko Widodo saat membuka Konferensi Asia Afrika dapat mengembalikan nama besar Indonesia di kancah internasional.

"Mudah-mudahan membawa angin baru bagi Indonesia, dalam percaturan global dan lebih lebih rakyat Indonesia juga mendapat benefit dari kerja sama yang kita harus jaga baik-baik," ujarnya. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×