kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

SBY memberikan sinyal kenaikan BBM kepada Apindo


Senin, 08 April 2013 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Cara cetak rekening koran BNI online lengkap dan semakin mudah


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dalam pernyataannya di hadapan 1.000 pengusaha Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sinyal untuk menaikkan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dilakukan agar pemerintah tidak terbebani oleh subsidi BBM yang semakin membengkak.

"Setelah kami menghitung dengan seksama, suatu saat harga BBM memang harus dinaikkan. Akibatnya, rakyat tidak mampu akan terpukul. Untuk itu, adilnya mereka harus dapat kompensasi. Bagi saya memberi kompensasi kepada rakyat miskin manakala BBM naik itu harga mati," ujar presiden saat membuka Musyawarah Nasional Apindo di JS Luwansa Hotel, Senin (8/4).

SBY juga menjelaskan, saat ini, pemerintah sedang membahas secara detil mengenai apa yang harus dilakukan terkait kebijakan BBM bersubsidi. Hal-hal yang masih dipertimbangkan adalah keinginan pemerintah untuk menurunkan subsidi. Salah satu solusinya dengan menaikan harga premium.

Namun, pemerintah berhadapan dengan pilihan apakah harga premium dinaikkan berlaku bagi semua kalangan masyarakat. Atau, kenaikan harga BBM bersubsidi itu belaku bagi masyarakat yang tidak patut mendapat subsidi.

"Poin saya, orang miskin harus dilindungi, tapi makroekonomi dan fiskal kita harus sehat. Subsidi jadi adil dan tepat sasaran. Pelaku bisnis silahkan memberikan pandangan, tapi yang jelas prioritas kami tahun ini dan tahun depan adalah membuat fiskal menjadi lebih sehat," tutur SBY.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×