kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.118   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.075   36,77   0,61%
  • KOMPAS100 793   4,42   0,56%
  • LQ45 601   -0,89   -0,15%
  • ISSI 210   3,13   1,51%
  • IDX30 340   -0,74   -0,22%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,26%
  • IDX80 90   0,38   0,43%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

SBY gelar rapat terbatas bahas surat PM Abbott


Selasa, 26 November 2013 / 15:40 WIB
Presidensi G20 Indonesia dimulai pada 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 dengan mengusung tema 'Recover Together, Recover Stronger'. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar rapat terbatas khusus membahas surat balasan Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott di Kantor Presiden, Selasa (26/11). Rapat pembahasan surat tersebut dinilai penting untuk menentukan sikap dan langkah yang diambil pemerintah Indonesia terhadap Australia ke depan.

"Jadi saya mengundang Anda semua untuk membahas perkembangan terkini soal Australia. Terutama setelah PM Australia menyampaikan surat balasan terhadap saya,  yang saya kirim beberapa saat yang lalu," ujar SBY dalam pengantar rapat terbatas.

Presiden merasa perlu adanya pembahasan khusus surat Abbott tersebut untuk menentukan seperti apa sikap Indonesia atas tanggapan dan penjelasan Australia terkait penyadapan yang dilakukan intelijen negeri Kanguru tersebut. SBY juga berharap agar apa yang telah terjadi sebelumnya, yakni aksi penyadapan terhadap Indonesia, tidak terulang kembali.

Karena itu, perlu ada langkah-langkah yang diambil pemerintah Indonesia agar dalam mengawali lagi hubungan dengan pihak Australia harus dilandasi dengan sikap saling percaya.

"Saya berharap agar langkah-langkah ke depan itu harus diawali dengan adanya saling percaya antara Indonesia-Australia dan terlebih Indonesia terhadap Australia atas terjadinya penyadapan terhadap pemimpin dan pejabat Indonesia," terang Presiden.

Juru Bicara Presiden Julia Aldrin Pasha mengatakan, isi surat balasan Abbott tersebut sudah sesuai dengan harapan pemerintah Indonesia. Kendati demikian, perlu ada pembahasan lebih lanjut terkait surat tersebut untuk menentukan bagaimana pemerintah Indonesia menyikapi surat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×