kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   0,00   0,00%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

SBY gelar rapat koordinas pengurangan emisi gas rumah kaca


Jumat, 30 September 2011 / 09:28 WIB
SBY gelar rapat koordinas pengurangan emisi gas rumah kaca
ILUSTRASI. Penghindaran pajak diestimasi merugikan negara hingga Rp 68,7 triliun per tahun.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar rapat koordinasi Dewan Nasional Perubahan Iklm (DNPI). Agenda kali ini membahas rencana aksi nasional pengurangan emisi gas rumah kaca (RAN-GRK).

Staf Khusus Presiden Bidang Lingkungan Agus Purnomo menuturkan rapat ini merupakan agenda rutin yang digelar dua kali dalam setahun. Untuk rapat kali ini, Agus menuturkan disamping membahas soal RAN-GRK juga bakal membahas menyangkut REDD+. "Pak Kuntoro Mangkusubroto juga akan memberikan laporan selaku Ketua Satgas REDD+," katanya, Jumat (30/9).

Rencananya rapat digelar pukul 14.00 WIB di kantor presiden. Sebelumnya, SBY telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang RAN-GRK.

Perpres Nomor 61 Tahun 2011 tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Bali Action Plan pada Conference of Parties United Nations Climate Change Convention (COP UNFCCC) ke-13 di Bali, Desember 2007. Pemerintah Indonesia secara sukarela akan menurunkan emisi GRK 26% dengan usaha sendiri atau mencapai 41% dengan bantuan internasional pada tahun 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×