kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

SBY: Antisipasi melambatnya ekonomi China


Selasa, 16 Juli 2013 / 16:01 WIB
SBY: Antisipasi melambatnya ekonomi China
ILUSTRASI. Pendaftaran SNMPTN 2022 Dibuka Sore Ini, Simak Link dan Cara Daftarnya.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi China yang diproyeksi pada tahun ini sebesar 7,7% dan pada tahun 2014 turun menjadi 7,5% diperkirakan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para menterinya segera mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi negara Tirai Bambu tersebut. 

"Negara Tiongkok di era lalu, selama sepuluh tahun lebih mengalami pertumbuhan rata-rata 10%. Sekarang tumbuh di bawah 8%, bahkan hanya 7,7%. Itu berimplikasi terhadap negara lain, termasuk Indonesia yang memiliki hubungan perdagangan cukup tinggi," tutur SBY dalam pengantar rapat kabinet terbatas, di Kantor Presiden, Selasa (16/7). 

SBY meminta agar dalam merespons perlambatan ekonomi China, jajaran kabinetnya benar-benar mempersiapkan ABPN 2014 agar tepat sasaran, tepat lokasi dan distribusi anggarannya.

Dengan penyusunan ABPN yang tepat sasaran, maka Indonesia mampu mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi china dan ekonomi global. 

"Perlambatan ekonomi global ini tidak ringan, maka kita harus mempersiapkan ABPN 2014 agar benar-benar tepat sasaran," saran SBY.

Saat ini, lanjut SBY, faktor-faktor pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih berasal dari faktor konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor dan impor.

Selain itu, pemerintah juga harus mengalokasikan anggaran yang cukup untuk meningkatkan pembangunan transportasi publik dalam mengantisipasi berkurangnya pemakaian kendaraan pribadi sebagai efek dari kenaikan harga BBM bersubsidi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×