kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.025,63   -7,01   -0.68%
  • EMAS932.000 -0,96%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Saran Pemerintah untuk Warga yang Punya Komorbid atau Lansia Saat Terpapar Covid-19


Senin, 14 Maret 2022 / 19:49 WIB
Saran Pemerintah untuk Warga yang Punya Komorbid atau Lansia Saat Terpapar Covid-19
ILUSTRASI. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Saran Pemerintah untuk Warga yang Punya komorbid atau Lansia Saat Terpapar Covid-19.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah terus memastikan bahwa kondisi penanganan pandemi memberikan dampak baik dengan turunnya tren kasus konfirmasi dan tingkat rawat inap secara nasional.

Hanya saja, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan menuturkan, pemerintah memberikan perhatian khusus pada tren kasus kematian.

"Pemerintah memberikan perhatian lebih pada tingkat penurunan angka kematian yang berjalan cukup lambat utamanya di wilayah Jawa Tengah," kata Luhut dalam Konferensi Pers Virtual, Senin (14/3).

Baca Juga: Pengusaha Sebut Ramadan dan Lebaran Jadi Momen Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Penyebab kasus kematian mayoritas masih didominasi oleh pasien Covid-19 yang memiliki komorbid dan belum melakukan vaksinasi lengkap. Oleh karenanya pemerintah mengingatkan, bagi masyarakat yang memiliki komorbid atau lansia untuk segera dirawat di RS jika positif Covid-19.

Adapun untuk tren kasus, hari ini jumlah kasus berada di bawah 10.000. Sementara jumlah kesembuhan mencapai lebih dari 39.000. Hal tersebut sejalan dengan penurunan kasus dan rawat inap rumah sakit di seluruh wilayah Provinsi Jawa dan Bali yang begitu signifikan.

"Seiring dengan penurunan kasus, jumlah Kabupaten/Kota yang masuk kedalam Level 2 berdasarkan asesmen minggu ini mengalami peningkatan. Keputusan detail mengenai hal ini akan tertuang dalam Inmendagri yang akan segera keluar pada hari ini," imbuhnya.

Baca Juga: Tak Lagi Mendesak, Rencana Rights Issue BNI Belum Pasti Akan Dilanjutkan

Pemerintah menyampaikan bahwa jumlah orang yang diperiksa mengalami penurunan minggu ini. Hal tersebut seiring dengan tidak diberlakukannya lagi syarat antigen untuk pelaku perjalanan domestik.

Sebagai langkah untuk dapat mengidentifikasi kasus dan menghindari potensi lonjakan kasus dengan cepat, pemerintah meminta kepada seluruh daerah untuk kembali memperkuat kapasitas testing dan tracing.

 

 

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Berkomunikasi dengan Diplomatis dan Asertif

[X]
×