kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.144   51,00   0,28%
  • IDX 5.016   -14,02   -0,28%
  • KOMPAS100 647   -1,23   -0,19%
  • LQ45 516   1,99   0,39%
  • ISSI 164   -2,29   -1,38%
  • IDX30 291   1,56   0,54%
  • IDXHIDIV20 391   2,49   0,64%
  • IDX80 75   -0,02   -0,03%
  • IDXV30 108   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 98   0,58   0,59%

Sampah Makanan di Jakarta Terus Menggunung, Food Rescue Jadi Salah Satu Solusi


Jumat, 06 November 2026 / 13:35 WIB
Sampah Makanan di Jakarta Terus Menggunung, Food Rescue Jadi Salah Satu Solusi
ILUSTRASI. SIsa pangan (Dok/Shinpo)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Persoalan sampah makanan masih menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan. Padahal, sebagian pangan yang terbuang masih layak dikonsumsi dan berpotensi dimanfaatkan kembali melalui pengolahan serta distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kajian Badan Pangan Nasional mencatat, pada tahun 2025 sekitar 175.415 ton sisa pangan dan sampah makanan berasal dari sektor hotel, ritel, usaha makanan dan minuman, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  di DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar 53.495 ton atau 30,5% masih berpotensi diselamatkan.

Salah satu pendekatan untuk mengurangi persoalan tersebut adalah food rescue, yakni menyelamatkan surplus pangan yang masih layak konsumsi agar tidak berakhir menjadi sampah. Pangan tersebut kemudian diolah atau didistribusikan kembali sehingga memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

CEO sekaligus Co-Founder FoodCycle Indonesia, Astrid Paramita mengatakan, keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan karyawan, diperlukan untuk memperluas upaya penyelamatan pangan.

Melalui program Masak Bersama Berdampak, FoodCycle mengolah bahan pangan berlebih yang masih layak konsumsi menjadi makanan siap santap untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sepanjang tahun 2026, program tersebut telah menghasilkan sedikitnya 7.000 porsi makanan dengan melibatkan 2.280 relawan.

Baca Juga: PTKP Belum Naik Januari 2027, Kapan Pekerja Bisa Menikmati Keringanan Pajak?

"Setiap kontribusi membantu mengurangi pangan terbuang sekaligus memberikan manfaat kepada komunitas yang membutuhkan," ujar Astrid dalam rilis, Kamis (4/11).

Upaya tersebut juga melibatkan sektor swasta. PT Sahabat Intim Plasindo, produsen produk rumah tangga bermerek Shinpo, dalam kegiatan penyelamatan pangan di Jakarta Timur. 

Marketing Manager Shinpo ,Livia Halim mengatakan, pengurangan sampah tidak hanya terkait pengelolaan limbah plastik, tapi juga pemanfaatan pangan secara optimal. 

Menurut dia, upaya mengurangi food waste dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membeli bahan makanan sesuai kebutuhan, menyimpan pangan dengan baik, dan memanfaatkan bahan makanan sebelum rusak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×