Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyaksikan pelaksanaan vaksinasi virus corona (Covid-19) bagi pelajar SMP dan SMA.
Hal itu sebagai kelanjutan diberikannya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization untuk vaksin Sinovac digunakan pada anak berusia 12-17 tahun. Jokowi berpesan agar seluruh elemen pendidikan mendapatkan vaksinasi.
"Saya hanya ingin menyampaikan agar setelah anak-anak semuanya divaksinasi juga tolong dicek agar guru, petugas-petugas sekolah jangan sampai ada yang terlewat vaksinasinya," kata Jokowi yang menyaksikan melalui telekonferensi, Rabu (14/7).
Vaksinasi pelajar tersebut dilakukan di 14 provinsi. Antara lain adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Bali.
Jokowi berharap agar vaksinasi pelajar dapat mempercepat terjadinya kekebalan komunal atau herd immunity. Sehingga ke depan Indonesia dapat keluar dari pandemi Covid-19.
Baca Juga: BIN gelar vaksinasi door to door, Jokowi: Kita ingin segera tercapai herd immunity
"Kita ingin mendorong agar vaksinasi ini semuanya bisa dipercepat sehingga bisa tercapai kekebalan komunal dan kita bisa terhindar dari Covid-19," terang Jokowi.
Seluruh pihak diminta untuk berpartisipasi dalam kegiatan vaksinasi. Sehingga kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.
Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dalam laporannya menyebut bahwa BIN memberikan perhatian yang serius kepada program vaksinasi untuk para pelajar. Kepala BIN meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di SMP Negeri 103 Jakarta bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
"Badan Intelijen Negara sangat memberikan perhatian yang serius pada vaksinasi Covid-19, khusus untuk anak-anak usia 12 hingga 18 tahun, terutama pelajar SMP dan SMA yang merupakan generasi penerus dan menjadi tulang punggung bangsa dan negara Republik Indonesia ke depan," ujar Budi Gunawan.
Selanjutnya: WHO: Varian Delta bisa jadi varian dominan dalam beberapa bulan ke depan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News