kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.608   55,00   0,31%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah melemah, ekspor tiga komoditas ini menguat


Senin, 16 April 2018 / 22:40 WIB
ILUSTRASI. Kapal tongkang pengangkut batubara


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan ekspor pada periode Januari-Maret 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satunya adalah batubara, yang sektornya sempat meredup. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto merinci, penyumbang pertama kenaikan ekspor yakni industri pengolahan dan pertambangan. Komoditas yang terdorong adalah batubara, bijih tembaga, dan lignit. Kenaikan ekspor batubara misalnya naik sampai 24,17%, sedangkan bijih tembaga sebesar 36%. 

Pengamat Ekonomi dari Asian Development Bank (ADB) Eric Sugandi mengtakan, komoditas batubara diuntungkan oleh permintaan yang kuat, walaupun harganya turun di bulan Maret lalu.

“Elastisitas demand batubara terhadap harganya relatif besar dibandingkan elastisitas komoditas energi lainnya,” ujarnya kepada Kontan.co.id. senin (16/4).

Maksudnya, permintaan terhadap produk tersebut sensitif terhadap harga. Ini biasanya terjadi pada produk-produk manufaktur.

Di sisi lain, pelemahan rupiah adalah satu faktor yang membantu kenaikan ekspor pada bulan Maret, terutama eskpor non-migas. Secara teori, barang ekspor akan lebih murah ketika terjadi pelemahan kurs negara tersebut. 

Pelemahan nilai tukar dinilai dapat membantu produk eskpor yang elastisitas permintaan terhadap harganya relatif besar.

Eric melanjutkan, adapun faktor yang mendorong eskpor Maret adalah kenaikan harga minyak bumi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×